ACA Berakhir, HDHP Tingkatkan Risiko Kesehatan Fatal
Adopsi rencana kesehatan berdeduktibel tinggi (HDHP) melonjak di kalangan individu, khususnya di Amerika Serikat, menyusul berakhirnya subsidi pajak Affordable Care Act (ACA). Pergeseran ini menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi dampak fatal terhadap kesehatan masyarakat, memaksa banyak orang menunda perawatan medis esensial demi menghindari biaya tanggungan awal yang besar.
HDHP adalah jenis asuransi kesehatan yang menawarkan premi bulanan lebih rendah dengan imbalan biaya tanggungan (deductible) yang jauh lebih tinggi. Artinya, pemegang polis harus membayar sejumlah besar pengeluaran medis dari kantong sendiri sebelum cakupan asuransi mulai berlaku penuh. Sebelumnya, subsidi pajak ACA berperan krusial dalam membantu jutaan warga AS mengakses asuransi kesehatan yang terjangkau. Namun, penghapusan subsidi ini memaksa banyak individu, termasuk pekerja di sektor teknologi dan gig economy, untuk beralih ke HDHP sebagai upaya penghematan di tengah ketidakpastian ekonomi, meskipun berisiko tinggi terhadap akses layanan kesehatan.
Dampak tren ini terasa signifikan di sektor teknologi, di mana banyak pekerja kontrak, freelancer, dan karyawan startup rentan terhadap biaya kesehatan yang tinggi. Pergeseran ke HDHP berpotensi meningkatkan tekanan finansial pada individu, memicu penundaan perawatan medis esensial, dan pada gilirannya dapat menurunkan produktivitas. Bagi perusahaan teknologi, hal ini juga dapat memengaruhi strategi tunjangan karyawan dan mendorong adopsi solusi HR tech yang lebih canggih untuk mengelola opsi asuransi yang beragam. Selain itu, kondisi ini mendorong inovasi dan peningkatan penggunaan platform telemedicine serta layanan kesehatan digital, sebagai upaya mitigasi biaya dan akses awal bagi para pengguna HDHP sebelum mencapai deductible yang tinggi.