Amazon Amankan 10 Peluncuran Tambahan SpaceX, Hadapi Kelangkaan Kapasitas
Amazon telah mengamankan 10 peluncuran roket tambahan dengan SpaceX, kontrak yang diperlukan untuk mengatasi kelangkaan kapasitas peluncuran jangka pendek. Langkah strategis ini diambil oleh raksasa teknologi tersebut demi memastikan jadwal penyebaran konstelasi satelit internet broadband Project Kuiper tetap berjalan sesuai rencana.
Keputusan Amazon untuk menambah kontrak peluncuran ini secara langsung berkaitan dengan urgensi Project Kuiper, inisiatif ambisius mereka untuk membangun konstelasi ribuan satelit di orbit rendah Bumi (LEO) guna menyediakan akses internet global. Pasar peluncuran antariksa saat ini memang menghadapi tekanan besar, didorong oleh peningkatan pesat permintaan dari berbagai proyek konstelasi satelit LEO lainnya seperti Starlink dan OneWeb, ditambah dengan terbatasnya jumlah penyedia layanan peluncuran yang mampu menawarkan frekuensi dan keandalan tinggi. SpaceX, dengan armada roket Falcon 9 yang terbukti dan kemampuan daur ulangnya, menjadi pilihan utama untuk mengisi celah kapasitas yang mendesak, meskipun Amazon sebelumnya telah menjalin kemitraan dengan penyedia lain seperti United Launch Alliance (ULA) dan Arianespace.
Penambahan peluncuran ini menjadi krusial bagi Amazon untuk menjaga momentum Project Kuiper dalam persaingan ketat pasar internet satelit global, terutama melawan dominasi Starlink milik SpaceX sendiri. Bagi industri teknologi informasi, langkah ini menyoroti tren peningkatan ketergantungan pada infrastruktur luar angkasa untuk konektivitas global dan menstimulasi perlombaan untuk mempercepat pengembangan serta produksi roket peluncur generasi berikutnya. Pada akhirnya, percepatan penyebaran konstelasi satelit ini akan menguntungkan konsumen di seluruh dunia, terutama di daerah terpencil, dengan akses yang lebih cepat terhadap internet berkecepatan tinggi yang dapat mendukung berbagai aplikasi digital dan transformasi ekonomi.