Anggota MAHA Murka, Sebut Gerakan 'Palsu' Usai RFK Jr. Dukung Glifosat

News 23 Feb 2026

Anggota inti gerakan Moms Against Harmful Applications (MAHA) mengecam organisasi mereka sendiri sebagai "palsu" setelah Robert F. Kennedy Jr. secara mengejutkan mendukung perintah terkait glifosat. Perubahan sikap dari tokoh aktivis lingkungan dan calon presiden independen ini memicu kemarahan di kalangan basis pendukungnya yang menentang penggunaan pestisida tersebut, mengancam penarikan dukungan masif dan menuntut pertanggungjawaban.

Robert F. Kennedy Jr., yang dikenal luas sebagai kritikus vokal terhadap perusahaan farmasi besar dan penggunaan pestisida, telah lama menjadi ikon bagi gerakan-gerakan advokasi kesehatan masyarakat seperti MAHA. Dukungannya terhadap perintah yang berkaitan dengan glifosat—herbisida yang menjadi pusat kontroversi global atas dugaan efek karsinogeniknya—merupakan pukulan telak bagi aktivis yang mempercayainya. Glifosat, komponen utama produk seperti Roundup, telah menghadapi ribuan tuntutan hukum dan memicu perdebatan sengit antara ilmuwan, regulator seperti EPA yang menyatakan aman, dan organisasi kesehatan seperti IARC yang mengklasifikasikannya sebagai 'kemungkinan karsinogenik bagi manusia'. Perubahan sikap Kennedy ini diyakini berkaitan dengan strategi kampanye atau nuansa kebijakan yang belum sepenuhnya diungkap.

Insiden ini menyoroti kerapuhan aliansi politik dan tantangan dalam mengelola ekspektasi basis pendukung yang dimobilisasi secara digital. Bagi Netcrawler Asia, ini adalah studi kasus menarik tentang bagaimana platform teknologi, yang awalnya memfasilitasi pertumbuhan gerakan seperti MAHA, kini menjadi arena di mana ketidaksepakatan dan 'pembelotan' dapat menyebabkan reaksi instan dan meluas. Perubahan sikap seorang tokoh berpengaruh seperti Kennedy berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat luas mengenai informasi kesehatan dan lingkungan yang kredibel, memperparah polarisasi dalam debat ilmiah, dan menantang integritas kampanye anti-bahan kimia yang sangat bergantung pada sentimen publik dan diseminasi informasi digital.

Tag