Apple Hentikan Penjualan Mac Pro M2 Ultra, Pengganti Tidak Direncanakan
Apple secara resmi menghentikan penjualan desktop Mac Pro berbasis chip M2 Ultra, sekaligus mengumumkan bahwa tidak ada rencana untuk menghadirkan model pengganti di masa depan. Keputusan ini secara efektif mengakhiri lini produk workstation kelas atas Apple yang telah menjadi tulang punggung bagi para profesional kreatif dan pengembang selama bertahun-tahun, menandai era baru fokus perusahaan pada integrasi chip Apple Silicon.
Lini Mac Pro memiliki sejarah panjang sebagai workstation premium Apple, berevolusi dari desain "cheese grater" yang modular hingga model "trash can" 2013 yang ikonik namun sulit di-upgrade, dan kembali ke desain tower modular pada 2019. Model M2 Ultra yang kini dihentikan merupakan puncak dari transisi Apple ke arsitektur Apple Silicon, menawarkan performa CPU dan GPU terintegrasi yang superior dengan chip M2 Ultra — gabungan dari dua chip M2 Max — yang memiliki hingga 24 core CPU, 76 core GPU, dan dukungan memori terpadu hingga 192GB dengan bandwidth 800GB/s. Meskipun powerful, model berbasis Apple Silicon ini kehilangan sebagian besar kemampuan ekspansi internal via PCIe yang menjadi ciri khas Mac Pro berbasis Intel, seperti slot untuk kartu grafis pihak ketiga dan kartu akselerator, sehingga membatasi daya taruh utamanya bagi sebagian pengguna pro.
Penghentian Mac Pro M2 Ultra tanpa pengganti terencana menimbulkan pertanyaan besar bagi para profesional yang membutuhkan performa ekstrem dan kemampuan ekspansi modular. Bagi banyak kreator konten, peneliti, dan pengembang yang mengandalkan slot PCIe untuk kartu akselerator, GPU eksternal, atau penyimpanan masif, Mac Studio atau MacBook Pro kelas atas mungkin tidak sepenuhnya mengisi kekosongan ini. Keputusan Apple ini kemungkinan menandakan pergeseran strategis perusahaan untuk lebih memusatkan lini produk profesionalnya pada kekuatan chip Apple Silicon yang terintegrasi dan efisiensi, bahkan jika itu berarti mengorbankan tingkat kustomisasi dan skalabilitas yang menjadi daya tarik utama Mac Pro selama ini. Ini dapat mendorong sebagian pengguna pro untuk mencari solusi workstation di platform lain atau beradaptasi dengan ekosistem Apple yang semakin tertutup namun sangat teroptimasi.