Artemis II NASA Bidik Peluncuran Maret Usai Uji Bahan Bakar Sukses
NASA kini menargetkan 6 Maret 2026 sebagai upaya peluncuran paling awal untuk misi berawak Artemis II ke Bulan, menyusul keberhasilan uji pengisian bahan bakar yang krusial. Meskipun ada optimisme yang tumbuh setelah uji coba tidak menunjukkan kebocoran signifikan, badan antariksa Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa masih ada "pekerjaan yang tertunda" yang harus diselesaikan sebelum jadwal peluncuran dapat dikonfirmasi secara definitif dari Kennedy Space Center, Florida.
Misi Artemis II merupakan langkah vital dalam upaya NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan, berfungsi sebagai penerbangan uji berawak pertama dari pesawat ruang angkasa Orion dan roket Space Launch System (SLS) generasi baru. Uji pengisian bahan bakar, sering disebut sebagai "wet dress rehearsal", mensimulasikan kondisi peluncuran dengan mengisi tangki inti dan pendorong roket SLS setinggi 98 meter dengan propelan kriogenik super dingin—hidrogen cair dan oksigen cair—sebanyak 700.000 galon. Proses ini juga mempraktikkan hitungan mundur peluncuran dan menguji semua sistem darat dan penerbangan. Keberhasilan uji coba mengkonfirmasi integritas sistem propulsi dan prosedur operasional krusial yang diperlukan untuk misi orbit Bulan yang kompleks.
Peluncuran Artemis II akan menandai kemajuan signifikan bagi eksplorasi luar angkasa dan industri teknologi global. Validasi teknologi canggih seperti pesawat ruang angkasa Orion dan roket SLS tidak hanya membuka jalan bagi misi pendaratan manusia di Bulan pada Artemis III, tetapi juga mendorong inovasi di berbagai sektor terkait, mulai dari material komposit canggih, sistem avionik, hingga kecerdasan buatan untuk kontrol misi dan analisis data. Keberhasilan program Artemis akan menginspirasi generasi baru ilmuwan dan insinyur, sekaligus memperkuat posisi manusia dalam pencarian pengetahuan dan ekspansi ke luar angkasa, dengan dampak jangka panjang terhadap ekonomi luar angkasa dan pengembangan teknologi Bumi.