AS Gunakan Operasi Siber untuk Lumpuhkan, Pulihkan Listrik Venezuela

News 16 Jan 2026

Laporan terbaru dari The New York Times, berdasarkan informasi dari pejabat anonim, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah berhasil melancarkan operasi siber presisi yang mampu mematikan dan kemudian dengan cepat memulihkan pasokan listrik di Venezuela. Insiden ini menyoroti kapabilitas siber tingkat tinggi yang dimiliki oleh AS dalam memanipulasi infrastruktur penting negara lain.

Operasi siber semacam ini menunjukkan tingkat penguasaan yang mendalam terhadap sistem kontrol industri (ICS) atau SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) yang mengelola jaringan listrik. Tidak hanya sekadar mematikan, kemampuan untuk memulihkan daya dengan cepat menandakan adanya akses persisten dan kontrol granular atas infrastruktur kritis. Ini mengingatkan pada insiden siber terkenal seperti Stuxnet, yang menargetkan fasilitas nuklir Iran, namun dengan dimensi baru berupa kemampuan "toggle" yang lebih canggih, menggarisbawahi evolusi perang siber menuju kontrol operasional.

Implikasi dari operasi siber AS di Venezuela ini sangat luas, terutama bagi keamanan siber global dan geopolitik. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi negara-negara di seluruh dunia untuk segera memperkuat pertahanan siber pada infrastruktur kritis mereka, mulai dari energi, air, hingga transportasi. Potensi serangan siber presisi yang dapat mengganggu dan mengendalikan layanan publik esensial meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di ranah siber, serta mendorong investasi lebih besar dalam riset dan pengembangan teknologi pertahanan untuk melindungi aset digital vital.

Tag