AS Resmi Keluar WHO, Bekukan Dana Kontribusi Ratusan Juta Dolar
Amerika Serikat (AS) secara resmi telah menarik diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memicu kekhawatiran global setelah negara tersebut dilaporkan menunda pembayaran iuran wajib sebesar $278 juta untuk periode 2024–2025 serta jutaan dolar tambahan dalam bentuk dana yang telah dijanjikan.
Penarikan diri AS ini adalah puncak dari proses yang dimulai beberapa tahun lalu, dilatarbelakangi oleh perbedaan pandangan terhadap kinerja dan reformasi organisasi. Sebagai kontributor dana terbesar dan pemimpin dalam inovasi teknologi kesehatan, absennya AS akan sangat terasa pada operasional WHO, khususnya dalam inisiatif kesehatan digital global. Pendanaan AS secara historis mendukung proyek-proyek vital seperti sistem pengawasan penyakit berbasis data, pengembangan platform telehealth, dan infrastruktur berbagi informasi kesehatan antar negara. Hal ini juga berpotensi menghambat upaya WHO dalam membangun arsitektur digital untuk respons pandemi di masa depan, termasuk sistem peringatan dini yang mengandalkan analisis data canggih dan teknologi kecerdasan buatan.
Dampak dari pembekuan dana ini tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan, tetapi juga akan merambat ke industri teknologi informasi (IT) global. Banyak inisiatif kesehatan global yang didukung WHO, seperti pengembangan basis data penyakit menular, sistem identifikasi dan pelacakan vaksin digital, serta platform edukasi kesehatan berbasis AI, sangat bergantung pada pendanaan eksternal dan keahlian teknis. Hilangnya kontribusi AS dapat memperlambat inovasi, membatasi jangkauan program kesehatan digital di negara-negara berkembang, dan menciptakan celah data yang signifikan dalam upaya global untuk mengatasi pandemi di masa depan. Bagi pengguna akhir, ini bisa berarti akses yang lebih lambat terhadap layanan kesehatan digital, kurangnya sistem peringatan dini yang terintegrasi, dan berkurangnya kemampuan untuk memanfaatkan teknologi demi kesehatan publik secara kolektif.