BioWare Hentikan Server Permanen Anthem Mulai 12 Januari
Electronic Arts dan pengembang BioWare secara resmi akan mematikan server game Anthem pada 12 Januari mendatang, mengakibatkan shooter berbasis jetpack tersebut tidak dapat diakses atau dimainkan secara permanen oleh para penggunanya. Penutupan server ini secara efektif menjadikan Anthem sebagai produk yang tidak berfungsi, mengingat ketergantungannya pada koneksi online untuk semua fungsionalitasnya.
Diluncurkan pada tahun 2019, Anthem adalah upaya BioWare untuk masuk ke pasar games-as-a-service (GaaS) yang kompetitif, dengan ambisi besar sebagai looter-shooter epik. Namun, game ini segera dilanda kritik pedas terkait performa teknis, bugs, repetisi gameplay, serta kurangnya konten pasca-peluncuran yang signifikan. Hal ini menyebabkan kegagalan menarik dan mempertahankan basis pemain yang solid, memaksa Electronic Arts dan BioWare mengakhiri pengembangan roadmap untuk "Anthem Next" atau "Anthem 2.0" pada Februari 2021, yang seharusnya merombak inti permainan.
Penutupan server Anthem menjadi studi kasus penting bagi industri game, khususnya model games-as-a-service (GaaS). Kejadian ini menyoroti risiko inheren dari game yang sepenuhnya bergantung pada konektivitas online dan dukungan server permanen. Bagi para pemain, ini berarti kehilangan akses permanen terhadap produk digital yang telah mereka beli, memicu kembali perdebatan mengenai kepemilikan digital (digital ownership) dan tantangan pelestarian game di era digital. Industri perlu belajar dari kegagalan ini untuk menciptakan model GaaS yang lebih berkelanjutan dan transparan, memastikan nilai jangka panjang bagi konsumen di samping inovasi teknis.