Blue Origin Fokuskan Ulang Daur Ulang Tahap Kedua Roket New Glenn
Blue Origin, perusahaan antariksa yang didirikan oleh Jeff Bezos, dilaporkan kembali memfokuskan pengembangan pada kemampuan daur ulang tahap kedua (GS2) roket angkut berat New Glenn. Indikasi ini muncul dari lowongan pekerjaan terbaru yang mengisyaratkan pergeseran strategis menuju upaya reusabilitas yang lebih ambisius untuk komponen krusial tersebut, yang berpotensi mengubah dinamika biaya peluncuran luar angkasa di masa mendatang.
Sebelumnya, roket New Glenn dikenal dengan ambisi daur ulang tahap pertamanya, serupa dengan pendekatan SpaceX Falcon 9 yang telah sukses. Namun, mendaur ulang tahap kedua merupakan tantangan teknik yang jauh lebih kompleks. Tahap kedua beroperasi pada kecepatan dan ketinggian yang ekstrem, membutuhkan perlindungan panas yang inovatif untuk mengatasi panas masuk kembali atmosfer, sistem propulsi yang dapat dinyalakan ulang di luar angkasa, serta kemampuan pendaratan presisi. Penambahan komponen untuk reusabilitas seperti sistem pendaratan dan perisai panas juga dapat menambah berat, yang berpotensi mengurangi kapasitas muatan, sehingga memerlukan keseimbangan desain yang cermat.
Keputusan untuk memprioritaskan daur ulang tahap kedua New Glenn akan memiliki implikasi signifikan bagi industri antariksa global. Jika berhasil, langkah ini berpotensi menurunkan biaya peluncuran roket secara drastis, menjadikannya pesaing langsung bagi upaya ambisius SpaceX dengan Starship atau Vulcan Centaur dari ULA. Penurunan biaya akses ke luar angkasa akan mendorong inovasi lebih lanjut, memungkinkan peluncuran konstelasi satelit mega yang lebih sering, misi eksplorasi luar angkasa yang lebih terjangkau, dan membuka peluang baru bagi pengembangan infrastruktur IT di orbit, seperti pusat data atau jaringan komunikasi satelit generasi berikutnya.