Blue Origin Hentikan Program Pariwisata Suborbital New Shepard
Blue Origin secara resmi telah mengakhiri program pariwisata luar angkasa suborbitalnya yang menggunakan roket New Shepard. Keputusan ini menandai pergeseran strategis bagi perusahaan kedirgantaraan milik Jeff Bezos, menyusul pernyataan internal bahwa program tersebut "telah meletakkan dasar bagi kesuksesan masa depan perusahaan kami." Penghentian ini akan membebaskan sumber daya untuk proyek-proyek ambisius Blue Origin lainnya.
Program New Shepard dirancang untuk membawa turis dan peneliti ke tepi ruang angkasa, melintasi Garis Kármán sekitar 100 kilometer di atas Bumi, memberikan pengalaman tanpa gravitasi dan pemandangan Bumi yang menakjubkan selama beberapa menit sebelum kembali mendarat secara vertikal di West Texas. Sejak penerbangan berawak pertamanya pada tahun 2021 yang membawa Jeff Bezos sendiri, New Shepard telah berhasil menyelesaikan sejumlah misi komersial dengan penumpang dan muatan penelitian. Pengalaman operasional yang diperoleh dari program ini, mulai dari pengembangan teknologi roket yang dapat digunakan kembali hingga pengujian sistem keselamatan dan operasi penerbangan berawak, kini akan menjadi fondasi vital bagi pengembangan roket orbital berat New Glenn, mesin BE-4, dan sistem pendaratan manusia untuk program Artemis NASA.
Penghentian program pariwisata suborbital ini meninggalkan Virgin Galactic sebagai satu-satunya pemain utama yang aktif di segmen pasar tersebut. Bagi Blue Origin sendiri, langkah ini menunjukkan komitmen untuk memfokuskan sumber daya finansial, teknik, dan operasional pada proyek-proyek yang memiliki skala dan potensi profitabilitas jangka panjang yang lebih besar di segmen orbital dan eksplorasi ruang angkasa dalam. Ini mencerminkan kedewasaan awal industri luar angkasa komersial, di mana perusahaan-perusahaan besar beralih dari fase demonstrasi teknologi dan pariwisata awal menuju misi-misi yang lebih kompleks dan strategis, seperti pembangunan infrastruktur luar angkasa dan pendaratan di Bulan.