Blue Origin Pertimbangkan Kembali Daur Ulang Tahap Kedua New Glenn

News 9 Feb 2026

Blue Origin, perusahaan luar angkasa milik Jeff Bezos, dikabarkan kembali mempertimbangkan strategi daur ulang untuk tahap kedua roket orbital beratnya, New Glenn. Indikasi ini muncul menyusul beredarnya sebuah lowongan pekerjaan baru yang secara spesifik mencari talenta untuk pengembangan teknologi reusabilitas (daur ulang) tahap kedua (GS2) roket tersebut.

Debat mengenai daur ulang tahap kedua New Glenn telah lama menjadi topik diskusi di industri luar angkasa. Secara historis, Blue Origin berfokus pada reusabilitas tahap pertama roket New Glenn, mengikuti jejak sukses roket Falcon 9 milik SpaceX. Namun, mendaur ulang tahap kedua, yang mencapai kecepatan orbital tinggi dan beroperasi di lingkungan ekstrem luar angkasa, menimbulkan tantangan teknis yang jauh lebih kompleks, termasuk kebutuhan perlindungan termal ekstrem selama masuk kembali atmosfer dan sistem pendaratan propulsif yang signifikan untuk kembali ke Bumi. Perubahan strategi ini mengisyaratkan potensi ambisi Blue Origin untuk bersaing lebih ketat dengan visi SpaceX yang berupaya mencapai reusabilitas penuh dengan sistem Starship mereka.

Keputusan untuk mengeksplorasi kembali daur ulang tahap kedua New Glenn berpotensi membawa dampak signifikan bagi industri antariksa dan teknologi secara keseluruhan. Daur ulang penuh, jika berhasil direalisasikan, akan secara drastis mengurangi biaya peluncuran per kilogram muatan ke orbit. Hal ini akan mempercepat inovasi dalam pengembangan satelit, ekspansi konstelasi internet seperti Starlink dan Kuiper, serta membuka peluang baru untuk eksplorasi bulan dan Mars yang lebih terjangkau. Bagi sektor IT, biaya akses luar angkasa yang lebih rendah berarti kemampuan untuk meluncurkan lebih banyak satelit komunikasi, observasi Bumi, dan eksperimen ilmiah, mendorong era baru konektivitas global dan riset antariksa yang lebih masif dan efisien.

Tag