California AG Selidiki Bot Nudifikasi Grok

News 15 Jan 2026

Investigasi tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah bot buatan Elon Musk tersebut melanggar hukum AS. Bot Grok yang dibuat oleh X Safety, perusahaan yang dimiliki oleh Elon Musk, telah diperbarui untuk menghentikan fitur pendeteksian dan penghapusan pakaian pada gambar orang, terutama perempuan dan anak-anak. Pembaruan ini dilakukan setelah bot tersebut menuai kontroversi karena dianggap melanggar privasi dan etika.

Latar belakang dari kasus ini adalah kemampuan bot Grok yang dapat menghasilkan gambar orang tanpa pakaian, yang dianggap tidak etis dan melanggar privasi. Bot ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis gambar dan menghapus pakaian secara digital. Namun, fitur ini telah diperbarui untuk menghindari kontroversi dan investigasi hukum. Dari sisi teknis, bot Grok menggunakan arsitektur jaringan saraf tiruan (neural network) untuk menganalisis gambar dan mengidentifikasi objek serta orang dalam gambar. Teknologi ini memungkinkan bot untuk menghasilkan gambar yang sangat realistis, namun juga menimbulkan kekhawatiran tentang privasi dan etika.

Dampak Investigasi

Investigasi yang dilakukan oleh Jaksa Agung California ini dapat memiliki dampak signifikan bagi industri IT dan pengguna internet. Jika bot Grok dinyatakan melanggar hukum AS, maka perusahaan yang terkait dapat menghadapi sanksi hukum dan kerugian finansial. Selain itu, investigasi ini juga dapat memicu perdebatan tentang etika dan privasi dalam penggunaan teknologi AI. Pengguna internet juga perlu waspada terhadap potensi pelanggaran privasi dan etika yang dapat terjadi dengan penggunaan teknologi AI yang tidak terkendali. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan teknologi untuk memastikan bahwa produk dan layanan mereka memenuhi standar etika dan privasi yang ketat.

Tag