COVID-19 Mengurangi Polusi, Namun Meningkatkan Emisi Metana

News 9 Feb 2026

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah mengurangi jumlah polusi di atmosfer, tetapi ironisnya, juga meningkatkan emisi metana. Hal ini disebabkan oleh penurunan jumlah bahan kimia yang dapat menghancurkan metana di atmosfer.

Metana adalah gas rumah kaca yang sangat kuat, dengan potensi pemanasan global sekitar 28 kali lebih besar daripada karbon dioksida dalam jangka waktu 100 tahun. Bahan kimia yang dapat menghancurkan metana di atmosfer adalah hidroksil (OH), yang diproduksi oleh reaksi antara sinar ultraviolet dan air. Namun, dengan penurunan polusi, konsentrasi hidroksil juga menurun, sehingga metana tidak dapat dihancurkan secara efektif. Menurut penelitian, penurunan konsentrasi hidroksil ini telah meningkatkan emisi metana sekitar 10-15%.

Dampak dari peningkatan emisi metana ini dapat sangat besar, terutama dalam konteks perubahan iklim. Metana adalah salah satu gas rumah kaca yang paling berpengaruh dalam meningkatkan suhu global, dan peningkatan emisi metana dapat mempercepat proses pemanasan global. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi yang efektif untuk mengurangi emisi metana dan meningkatkan konsentrasi hidroksil di atmosfer. Ini dapat dilakukan melalui pengembangan teknologi yang dapat menghancurkan metana, serta implementasi kebijakan yang dapat mengurangi polusi dan emisi gas rumah kaca.

Tag