COVID-19 Meningkatkan Emisi Metana

News 7 Feb 2026

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah menyebabkan penurunan polusi udara, namun di sisi lain juga meningkatkan emisi metana di atmosfer. Hal ini terjadi karena penurunan kadar kimia yang dapat menghancurkan metana di udara. Menurut data yang dilaporkan, emisi metana telah meningkat secara signifikan selama pandemi.

Untuk memahami fenomena ini, perlu dipahami bahwa metana adalah salah satu gas rumah kaca yang paling berbahaya, dengan potensi pemanasan global 28 kali lebih tinggi daripada karbondioksida dalam jangka waktu 100 tahun. Penurunan polusi udara akibat pandemi COVID-19 telah menyebabkan penurunan kadar hidroksil (OH), sebuah radikal bebas yang berperan penting dalam menghancurkan metana di atmosfer. Dengan demikian, metana yang tidak terhancurkan akan tetap berada di atmosfer dan menyumbang pada pemanasan global.

Dampak dari peningkatan emisi metana ini dapat signifikan bagi upaya mengurangi pemanasan global. Industri teknologi dan energi terbarukan perlu meningkatkan upaya untuk mengembangkan teknologi yang dapat mengurangi emisi metana, seperti teknologi pengolahan limbah dan sistem energi terbarukan. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dinamika emisi metana dan mengembangkan strategi efektif untuk menguranginya. Dengan demikian, upaya untuk mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Tag