cURL Hentikan Program Bug Bounty
Proyek cURL, sebuah perangkat lunak sumber terbuka untuk transfer data, baru-baru ini menghentikan program bug bounty-nya. Keputusan ini diambil karena tim pengembang cURL merasa terlalu banyak menghabiskan waktu untuk meninjau laporan bug yang tidak valid yang dihasilkan oleh model bahasa besar (LLM). Laporan-laporan tersebut seringkali menunjukkan kerentanan yang tidak ada atau kode yang tidak dapat dikompilasi.
Untuk memahami latar belakang keputusan ini, perlu dipahami bahwa cURL adalah sebuah perangkat lunak yang sangat penting dalam ekosistem internet, digunakan oleh jutaan pengguna dan aplikasi untuk melakukan transfer data melalui protokol HTTP, HTTPS, dan lain-lain. Program bug bounty adalah sebuah cara untuk menghargai kontributor yang menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan dalam perangkat lunak. Namun, dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI), banyak model bahasa besar (LLM) yang mulai digunakan untuk mencari kerentanan, tetapi seringkali menghasilkan laporan yang tidak akurat.
Dampak dari keputusan cURL untuk menghentikan program bug bounty ini dapat dirasakan dalam industri IT, terutama bagi para peneliti keamanan yang bergantung pada program tersebut untuk mendapatkan penghasilan. Selain itu, keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas penggunaan AI dalam penelitian keamanan dan bagaimana cara untuk meningkatkan akurasi laporan yang dihasilkan oleh model bahasa besar. Bagi pengguna cURL, keputusan ini tidak akan memiliki dampak langsung, tetapi dapat mempengaruhi keamanan perangkat lunak dalam jangka panjang jika tidak ada mekanisme yang efektif untuk melaporkan dan memperbaiki kerentanan keamanan.