cURL Hentikan Program Bug Bounty

News 26 Jan 2026

Proyek cURL, sebuah perangkat lunak sumber terbuka yang digunakan untuk transfer data, telah menghentikan program bug bounty-nya. Keputusan ini diambil karena meningkatnya jumlah laporan bug yang tidak akurat dan kode yang tidak dapat dikompilasi, sebagian besar disebabkan oleh Large Language Models (LLMs). LLMs ini sering menemukan kerentanan palsu dan kode yang tidak dapat dijalankan, sehingga menghabiskan waktu dan sumber daya tim cURL.

Perlu diketahui bahwa cURL digunakan oleh jutaan pengguna di seluruh dunia untuk mengirim dan menerima data melalui protokol HTTP, HTTPS, dan lain-lain. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan LLMs telah meningkat secara signifikan, terutama dalam bidang keamanan siber. Namun, LLMs ini sering kali menghasilkan laporan bug yang tidak akurat, sehingga menyebabkan peningkatan beban kerja bagi tim keamanan. Dalam kasus cURL, tim pengembang merasa bahwa keputusan untuk menghentikan program bug bounty adalah langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mental tim dan memfokuskan sumber daya pada pengembangan dan pemeliharaan perangkat lunak.

Dampak dari keputusan ini bagi industri IT dan pengguna cURL dapat signifikan. Penghentian program bug bounty dapat mengurangi insentif bagi peneliti keamanan untuk melaporkan kerentanan yang sebenarnya, sehingga meningkatkan risiko keamanan bagi pengguna cURL. Namun, keputusan ini juga dapat memicu diskusi tentang bagaimana memanfaatkan LLMs dengan lebih efektif dalam bidang keamanan siber, serta pentingnya memastikan bahwa laporan bug yang diterima adalah akurat dan dapat diandalkan. Dalam jangka panjang, keputusan ini dapat membantu meningkatkan kualitas dan efisiensi program bug bounty, serta mempromosikan pengembangan perangkat lunak yang lebih aman dan handal.

Tag