cURL Scraps Bug Bounties

News 23 Jan 2026

Proyek cURL baru-baru ini mengumumkan keputusan untuk menghentikan program bug bounty-nya, yang bertujuan untuk mempertahankan kesehatan mental tim pengembang. Keputusan ini diambil setelah proyek tersebut dihujani oleh laporan keamanan yang tidak akurat dan kode yang tidak dapat dikompilasi, yang banyak dihasilkan oleh model bahasa besar (LLM). Laporan-laporan ini membanjiri sistem dan menyebabkan beban kerja yang berlebihan bagi tim pengembang.

LLM, atau Large Language Model, adalah teknologi kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan teks yang mirip dengan yang ditulis oleh manusia. Namun, dalam konteks bug bounty, LLM seringkali menghasilkan laporan yang tidak akurat atau tidak relevan, sehingga menyebabkan ketidakefisienan dalam proses pengujian keamanan. cURL, yang merupakan perangkat lunak sumber terbuka untuk transfer data, memiliki komunitas pengembang yang aktif dan terlibat dalam program bug bounty untuk memastikan keamanan perangkat lunak. Namun, dengan meningkatnya penggunaan LLM, tim pengembang cURL mengalami kesulitan dalam membedakan laporan yang akurat dari yang tidak.

Dampak dari keputusan cURL untuk menghentikan program bug bounty-nya dapat dirasakan di industri IT, terutama bagi proyek sumber terbuka yang bergantung pada kontribusi komunitas untuk mempertahankan keamanan. Keputusan ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh tim pengembang dalam mengelola laporan keamanan yang tidak akurat dan menekankan pentingnya mengembangkan metode yang lebih efektif untuk mengidentifikasi dan menangani kerentanan keamanan. Selain itu, keputusan ini juga dapat mempengaruhi strategi keamanan siber bagi perusahaan dan organisasi yang mengandalkan perangkat lunak sumber terbuka, karena mereka perlu mencari alternatif untuk memastikan keamanan perangkat lunak mereka.

Tag