DHS Gunakan Hukum Kustom 1930 untuk Ambil Data dari Google

News 6 Mei 2026

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) dikabarkan telah menggunakan hukum kustom yang sudah berusia 90 tahun untuk meminta data pengguna dari Google. Targetnya adalah seorang pria Kanada yang belum pernah menginjakkan kaki di Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir. Pria ini diketahui telah melakukan kritik terhadap operasi Imigrasi dan Pengawasan Bea Cukai (ICE) di media sosial.

Hukum kustom yang digunakan oleh DHS adalah Tariff Act of 1930, yang awalnya dirancang untuk mengatur impor dan ekspor barang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, hukum ini telah digunakan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk meminta data pengguna dari perusahaan teknologi. Dalam kasus ini, DHS menggunakan hukum ini untuk meminta data pengguna dari Google, dengan alasan bahwa pria Kanada tersebut telah melakukan kegiatan yang dianggap melanggar hukum di Amerika Serikat. Namun, kritikus menyatakan bahwa tindakan ini merupakan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran privasi pengguna.

Dampak dari tindakan ini dapat sangat besar bagi industri teknologi dan pengguna internet. Jika pemerintah Amerika Serikat dapat menggunakan hukum kustom yang sudah ketinggalan zaman untuk meminta data pengguna, maka privasi pengguna internet dapat terancam. Selain itu, hal ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan pengguna terhadap perusahaan teknologi yang beroperasi di Amerika Serikat. Oleh karena itu, perlu ada regulasi yang lebih ketat dan transparan dalam penggunaan data pengguna oleh pemerintah dan perusahaan teknologi.

Tag