Diet Ketogenik Dikaitkan Ruam Kulit, Mekanisme Biologis Belum Jelas

News 24 Jan 2026

Studi terbaru mengidentifikasi hubungan langsung antara ruam kulit pruritik (gatal) dan diet ketogenik, meskipun mekanisme biologis di balik fenomena ini masih belum dapat dijelaskan oleh para peneliti. Temuan ini menyoroti misteri kompleks interaksi metabolisme tubuh dengan respons dermatologis, khususnya pada individu yang menjalani pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat.

Diet ketogenik, yang populer untuk penurunan berat badan dan manajemen kondisi medis tertentu seperti epilepsi, mendorong tubuh masuk ke kondisi ketosis nutrisional. Dalam kondisi ini, tubuh beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, menghasilkan senyawa keton. Meskipun kadar keton dalam darah jelas berkorelasi dengan munculnya ruam yang dikenal sebagai prurigo pigmentosa atau "keto rash", ilmu pengetahuan belum berhasil mengidentifikasi jalur molekuler atau imunologis spesifik yang memicu reaksi kulit tersebut. Kurangnya pemahaman tentang mekanisme dasar menghambat pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif.

Implikasi penemuan ini meluas bagi pengguna aplikasi pelacak diet dan platform nutrisi personal yang mengandalkan teknologi untuk optimasi kesehatan. Data ini menekankan perlunya fitur peringatan kesehatan yang lebih canggih dalam ekosistem teknologi kesehatan (health tech). Industri ditantang untuk mengintegrasikan riset medis terkini ke dalam algoritma mereka, memungkinkan deteksi dini potensi efek samping diet ketogenik melalui sensor biometrik atau analisis data personal. Hal ini penting agar pengguna dapat membuat keputusan diet yang lebih terinformasi dan aman, didukung oleh platform yang tidak hanya memantau progres, tetapi juga kesehatan holistik mereka.

Tag