Dolby Gugat Snapchat atas Codec AV1

News 31 Mar 2026

Perusahaan teknologi Dolby baru-baru ini menggugat Snapchat atas penggunaan codec AV1, menimbulkan pertanyaan tentang janji royalty-free dari teknologi tersebut. Gugatan tersebut dilayangkan karena Snapchat diduga melanggar paten yang dimiliki oleh Dolby. Hal ini membuat keraguan tentang status royalty-free dari AV1, sebuah codec video yang dikembangkan oleh Alliance for Open Media (AOMedia). AOMedia merupakan konsorsium yang terdiri dari perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Google, Amazon, dan Netflix.

AV1 dirancang sebagai alternatif dari codec video H.264 dan H.265 yang saat ini banyak digunakan. Kelebihan AV1 adalah bahwa ia tidak memerlukan pembayaran royalti, sehingga membuatnya lebih menarik bagi perusahaan yang ingin menghemat biaya. Namun, gugatan dari Dolby ini menunjukkan bahwa janji royalty-free tersebut mungkin tidak sepenuhnya benar. AV1 menggunakan beberapa teknologi yang mirip dengan paten yang dimiliki oleh perusahaan lain, termasuk Dolby. Oleh karena itu, perusahaan yang menggunakan AV1 mungkin masih harus membayar royalti kepada pemilik paten tersebut.

Dampak dari gugatan ini bisa sangat besar bagi industri teknologi, terutama bagi perusahaan yang telah mengadopsi AV1 sebagai codec video mereka. Jika gugatan Dolby berhasil, maka perusahaan tersebut mungkin harus membayar royalti yang signifikan, yang bisa meningkatkan biaya operasional mereka. Hal ini juga bisa mempengaruhi pengembangan teknologi AV1 di masa depan, karena perusahaan mungkin akan lebih berhati-hati dalam mengadopsi teknologi yang belum teruji secara hukum. Selain itu, gugatan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas konsorsium AOMedia dalam mengembangkan teknologi yang benar-benar royalty-free.

Tag