DOT Gunakan AI untuk Atur Keselamatan

News 28 Jan 2026

Departemen Transportasi AS (DOT) telah menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan peraturan keselamatan, yang memicu kekhawatiran di kalangan staf tentang potensi cedera dan kematian. Penggunaan AI Gemini oleh DOT untuk menyusun aturan keselamatan ini dinilai sebagai tindakan yang "sangat tidak bertanggung jawab" oleh beberapa pihak.

Secara teknis, AI Gemini adalah model bahasa yang dikembangkan oleh Google yang dapat menghasilkan teks yang sangat mirip dengan tulisan manusia. Namun, penggunaan AI dalam pengembangan peraturan keselamatan ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan AI untuk memahami konteks dan nuansa yang kompleks dalam keselamatan transportasi. Selain itu, juga ada kekhawatiran tentang potensi bias dalam data pelatihan AI yang dapat mempengaruhi hasilnya. Dalam konteks ini, penggunaan AI dalam pengembangan peraturan keselamatan transportasi memerlukan pemahaman yang mendalam tentang teknologi AI dan kemampuan untuk menilai hasilnya dengan cermat.

Dampak dari penggunaan AI dalam pengembangan peraturan keselamatan transportasi ini dapat signifikan. Jika peraturan yang dihasilkan oleh AI tidak efektif atau bahkan berbahaya, maka dapat menyebabkan cedera atau kematian. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi yang cermat dan transparan terhadap penggunaan AI dalam pengembangan peraturan keselamatan transportasi. Selain itu, juga perlu memastikan bahwa penggunaan AI dalam konteks ini sesuai dengan standar etika dan keamanan yang tinggi. Dalam jangka panjang, penggunaan AI dalam pengembangan peraturan keselamatan transportasi dapat membawa manfaat jika dilakukan dengan hati-hati dan bertanggung jawab, namun perlu diawasi dengan ketat untuk memastikan bahwa keamanan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Tag