EA Gagal Revitalisasi Anthem

News 29 Jan 2026

Electronic Arts (EA) menghadapi kesulitan dalam merevitalisasi game Anthem yang telah ditutup. Meskipun telah merilis video proof-of-concept, server Frostbite Engine EA ternyata sulit untuk dipecah. Hal ini menunjukkan bahwa upaya untuk menghidupkan kembali game tersebut lebih sulit daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Untuk memahami kesulitan yang dihadapi EA, perlu dipahami latar belakang teknis dari game Anthem. Game ini dikembangkan menggunakan mesin Frostbite Engine, yang juga digunakan dalam game-game lain seperti Battlefield dan Star Wars: Battlefront. Mesin ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman gaming yang imersif dan realistis, namun juga memerlukan infrastruktur server yang kompleks untuk mendukung gameplay online yang lancar. Server-server ini harus mampu menangani jumlah pemain yang besar dan memproses data dalam waktu nyata, sehingga memerlukan spesifikasi teknis yang tinggi dan konfigurasi yang tepat.

Dampak dari kesulitan EA dalam merevitalisasi Anthem ini dapat dirasakan tidak hanya oleh penggemar game tersebut, tetapi juga oleh industri game secara keseluruhan. Jika EA gagal menghidupkan kembali Anthem, maka ini dapat menjadi contoh kasus yang menunjukkan betapa sulitnya merevitalisasi game yang telah ditutup, terutama jika game tersebut memiliki komponen online yang kompleks. Hal ini dapat membuat pengembang game lainnya untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk menutup game mereka, serta mempertimbangkan kemungkinan untuk menghidupkan kembali game tersebut di masa depan. Selain itu, ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan pemain terhadap pengembang game, karena mereka mungkin merasa bahwa investasi waktu dan emosi mereka dalam sebuah game dapat sia-sia jika game tersebut ditutup tanpa ada harapan untuk dihidupkan kembali.

Tag