ESA Rencanakan Perombakan Radikal Ariane 6 Hadapi Kompetisi Global
European Space Agency (ESA) bersama konsorsium kedirgantaraan ArianeGroup tengah mempertimbangkan modifikasi desain yang radikal dan signifikan terhadap roket peluncur Ariane 6. Langkah ini diambil untuk mengatasi ketertinggalan teknologi yang diperkirakan hingga 15 tahun dari standar industri peluncuran global terkini, di tengah desakan untuk tetap kompetitif dan mandiri dalam akses ke luar angkasa.
Ariane 6, yang dirancang sebagai pengganti Ariane 5 dengan tujuan mengurangi biaya dan meningkatkan fleksibilitas, telah menghadapi penundaan peluncuran signifikan. Konsepnya yang mengandalkan roket sekali pakai, meskipun lebih efisien dari pendahulunya, kini dianggap usang dibandingkan dengan inovasi reusabilitas yang dipelopori oleh SpaceX dengan roket Falcon 9-nya. Industri peluncuran global telah beralih fokus ke roket yang dapat digunakan kembali, menawarkan penurunan biaya yang drastis dan jadwal peluncuran yang lebih sering. Gagasan "Franken-rocket" mengindikasikan upaya untuk menyematkan teknologi canggih seperti tahapan yang dapat digunakan kembali atau mesin yang lebih efisien ke dalam arsitektur dasar yang sudah ada, sebuah tantangan teknis yang kompleks.
Ketertinggalan ini menimbulkan implikasi serius bagi ambisi strategis Eropa dalam kemandirian akses ke luar angkasa. Tanpa peluncur yang kompetitif, negara-negara Eropa mungkin terpaksa mengandalkan penyedia layanan peluncuran non-Eropa, yang dapat mempengaruhi keamanan dan kedaulatan. Secara ekonomi, biaya peluncuran yang lebih tinggi berpotensi menghambat inovasi di sektor satelit dan pengembangan teknologi antariksa komersial Eropa. Upaya modifikasi ini, meski esensial, juga menuntut investasi tambahan yang substansial, menekan anggaran ESA dan seluruh rantai pasok industri kedirgantaraan Eropa untuk beradaptasi cepat dalam lanskap yang kompetitif.