EU Luncurkan Investigasi Formal terhadap xAI
Uni Eropa (EU) telah meluncurkan investigasi formal terhadap xAI, perusahaan yang dimiliki oleh Elon Musk, terkait dengan penggunaan teknologi deepfakes oleh platform Grok. Investigasi ini dilakukan karena adanya kekhawatiran tentang penggunaan deepfakes yang bersifat seksual. xAI dapat dikenakan denda hingga 6 persen dari omzet harian jika terbukti bersalah.
Deepfakes adalah teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat gambar atau video yang tampak nyata, tetapi sebenarnya palsu. Teknologi ini dapat digunakan untuk membuat konten yang bersifat seksual, yang dapat menyebabkan kerugian bagi individu atau organisasi. Grok, platform yang dimiliki oleh xAI, telah menggunakan teknologi deepfakes untuk membuat konten yang bersifat seksual, yang telah memicu kekhawatiran tentang privasi dan etika. Investigasi EU ini bertujuan untuk mengetahui apakah xAI telah melanggar regulasi privasi dan etika yang berlaku di Uni Eropa.
Dampak Investigasi
Investigasi ini dapat memiliki dampak besar bagi industri teknologi, terutama bagi perusahaan yang menggunakan teknologi AI dan deepfakes. Jika xAI dikenakan denda, maka perusahaan lain yang menggunakan teknologi serupa juga dapat diinvestigasi dan dikenakan denda. Investigasi ini juga dapat memicu perdebatan tentang regulasi privasi dan etika dalam penggunaan teknologi AI dan deepfakes. Bagi pengguna, investigasi ini dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya privasi dan etika dalam penggunaan teknologi, serta memicu tuntutan untuk perusahaan teknologi agar lebih transparan dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi mereka.