EU Minta TikTok Hapus Desain Adiktif

News 8 Feb 2026

Regulator Uni Eropa (EU) baru-baru ini meminta TikTok untuk menghapus desain adiktif yang digunakan dalam aplikasinya. Keputusan ini diambil karena desain tersebut dinilai dapat melanggar aturan digital EU. Regulator menyatakan bahwa pilihan desain yang membuat pengguna ketagihan dapat bertentangan dengan kebijakan perlindungan data dan privasi pengguna di EU.

Desain adiktif yang dimaksud adalah fitur-fitur seperti algoritma yang mempelajari preferensi pengguna dan menampilkan konten yang sangat relevan, sehingga membuat pengguna terus menggunakannya. Selain itu, fitur seperti infinite scrolling dan notifikasi juga dapat membuat pengguna terjebak dalam aplikasi. Regulator EU khawatir bahwa desain seperti ini dapat membahayakan kesehatan mental pengguna, terutama anak-anak dan remaja. Dalam konteks teknis, desain adiktif ini seringkali menggunakan teknik psikologi untuk mempengaruhi perilaku pengguna, seperti menggunakan warna dan suara yang menarik perhatian.

Dampak dari keputusan ini bagi industri IT dan pengguna cukup signifikan. Jika TikTok tidak menghapus desain adiktifnya, maka aplikasi tersebut dapat menghadapi sanksi dari regulator EU, seperti denda atau bahkan pemblokiran. Hal ini dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan dan reputasinya. Di sisi lain, pengguna juga dapat merasa lega karena tidak lagi terjebak dalam aplikasi yang adiktif. Namun, perlu diingat bahwa keputusan ini juga dapat mempengaruhi pengalaman pengguna secara keseluruhan, karena desain adiktif seringkali membuat pengguna merasa terhibur dan terlibat. Oleh karena itu, perlu dilakukan keseimbangan antara perlindungan pengguna dan pengalaman pengguna yang baik.

Tag