EU Minta TikTok Hentikan Desain Adiktif
Regulator Uni Eropa (EU) baru-baru ini menyatakan bahwa TikTok harus menghentikan penggunaan "desain adiktif" yang dapat membuat pengguna terus menggunakan aplikasi tersebut. Keputusan ini diambil karena desain tersebut dinilai dapat melanggar aturan digital EU. Regulator menyatakan bahwa pilihan desain yang dilakukan oleh TikTok dapat membuat pengguna kecanduan dan menghabiskan waktu berjam-jam di aplikasi tersebut.
Desain adiktif yang dimaksud adalah fitur-fitur seperti infinite scrolling, notifikasi yang sering, dan algoritma yang dirancang untuk membuat pengguna terus menggunakan aplikasi. Fitur-fitur ini dapat membuat pengguna merasa nyaman dan terus menggunakan aplikasi, namun juga dapat membuat mereka kecanduan dan menghabiskan waktu berjam-jam di aplikasi tersebut. Dalam konteks teknis, desain adiktif ini dapat diimplementasikan menggunakan berbagai teknologi, seperti machine learning dan artificial intelligence, untuk menganalisis perilaku pengguna dan menyesuaikan konten yang ditampilkan.
Dampak Industri
Keputusan regulator EU ini dapat memiliki dampak yang signifikan bagi industri teknologi, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang mengembangkan aplikasi media sosial. Jika TikTok diharuskan menghentikan penggunaan desain adiktif, maka perusahaan lain juga mungkin akan diharuskan melakukan hal yang sama. Hal ini dapat membuat perusahaan-perusahaan tersebut harus mengubah strategi pemasaran dan pengembangan aplikasi mereka. Selain itu, keputusan ini juga dapat membuat pengguna lebih sadar akan waktu yang mereka habiskan di aplikasi media sosial dan membuat mereka lebih selektif dalam menggunakan aplikasi tersebut.