FBI Sita RAMP, Lumpuhkan Jaringan Diskusi Ransomware Utama

News 29 Jan 2026

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) baru-baru ini telah menyita RAMP, sebuah platform online yang dikenal sebagai salah satu forum utama bagi para pelaku kejahatan siber untuk berdiskusi dan berkoordinasi dalam serangan ransomware. Penutupan situs ini merupakan pukulan signifikan terhadap infrastruktur yang mendukung operasi ransomware global, setelah diidentifikasi sebagai salah satu "benteng terakhir" bagi komunikasi antar penjahat siber.

RAMP (Ransomware Access Market Place) berfungsi sebagai pasar gelap digital di mana para aktor ancaman dapat memperjualbelikan akses yang telah didapatkan ke sistem korban, berbagi teknik eksploitasi, serta merekrut anggota untuk operasi ransomware. Forum semacam ini memungkinkan kelompok-kelompok kejahatan siber untuk berkolaborasi secara anonim, menyediakan platform vital untuk negosiasi pembayaran tebusan, distribusi alat-alat berbahaya, dan memfasilitasi model Ransomware-as-a-Service (RaaS) yang kian merajalela. Keberadaannya esensial dalam ekosistem bawah tanah yang kompleks.

Penutupan RAMP diharapkan dapat mengganggu operasional banyak kelompok ransomware, menciptakan ketidakpastian dalam jaringan mereka, dan memaksa mereka untuk mencari alternatif yang kurang aman atau bahkan membubarkan diri. Tindakan penegakan hukum seperti ini menegaskan komitmen otoritas global dalam memerangi kejahatan siber, sekaligus meningkatkan biaya operasional bagi para penjahat. Bagi perusahaan dan individu, ini adalah sebuah kemenangan taktis yang mungkin mengurangi frekuensi serangan, namun ancaman ransomware secara keseluruhan tetap membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan dan investasi dalam keamanan siber yang kuat.

Tag