FCC Perbarui Kebijakan Lifeline untuk Mencegah Penipuan
Badan Regulator Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat berencana memperbarui kebijakan program bantuan Lifeline untuk memastikan hanya warga Amerika yang masih hidup dan memenuhi syarat yang dapat menerima manfaat dari program ini. Ketua FCC, Carr, mengusulkan untuk membuat proses pendaftaran lebih ketat di seluruh negeri setelah ditemukannya kasus penipuan di California.
Program Lifeline adalah program bantuan yang ditujukan untuk membantu warga Amerika yang kurang mampu untuk mendapatkan akses ke layanan telekomunikasi dasar seperti telepon dan internet. Namun, terdapat laporan tentang penipuan yang dilakukan oleh beberapa orang yang mendaftar untuk program ini dengan menggunakan identitas orang yang sudah meninggal atau tidak memenuhi syarat. FCC berencana untuk memperbarui kebijakan program Lifeline untuk mencegah penipuan tersebut dan memastikan bahwa sumber daya yang tersedia digunakan dengan efektif.
Dampak dari kebijakan baru ini dapat dirasakan oleh industri IT dan pengguna di Amerika Serikat. Dengan memperbarui kebijakan program Lifeline, FCC berharap dapat mengurangi penipuan dan memastikan bahwa program bantuan ini dapat digunakan oleh mereka yang membutuhkannya. Namun, kebijakan baru ini juga dapat mempersulit proses pendaftaran bagi mereka yang memenuhi syarat, sehingga perlu dilakukan penyesuaian untuk memastikan bahwa kebijakan baru ini tidak menghambat akses ke layanan telekomunikasi dasar bagi mereka yang membutuhkannya.