Fed: Konsumen dan Bisnis AS Bayar 90% Biaya Tarif
Badan moneter Amerika Serikat, Federal Reserve, baru-baru ini merilis penelitian yang menunjukkan bahwa konsumen dan bisnis di AS membayar sekitar 90% dari biaya tarif yang dikenakan pada impor barang. Penelitian ini bertentangan dengan klaim Presiden Donald Trump bahwa perusahaan asing yang akan menanggung beban biaya tarif.
Penelitian Federal Reserve ini dilakukan untuk memahami dampak kebijakan tarif yang diterapkan oleh pemerintah AS terhadap impor barang dari negara-negara lain, terutama Tiongkok. Kebijakan tarif ini telah menjadi salah satu isu utama dalam perdagangan internasional dan telah memicu perdebatan tentang siapa yang akan menanggung beban biaya tarif. Dengan menganalisis data ekonomi dan perdagangan, peneliti Federal Reserve menemukan bahwa konsumen dan bisnis AS yang mayoritas membayar biaya tarif, bukan perusahaan asing.
Dampak terhadap Industri dan Konsumen
Dampak dari biaya tarif yang dibayar oleh konsumen dan bisnis AS dapat signifikan. Biaya yang lebih tinggi ini dapat mempengaruhi harga barang dan jasa, sehingga berpotensi meningkatkan inflasi dan mengurangi daya beli konsumen. Selain itu, biaya tarif juga dapat mempengaruhi kemampuan bisnis AS untuk bersaing di pasar internasional, karena mereka harus menanggung beban biaya tambahan. Oleh karena itu, kebijakan tarif yang diterapkan oleh pemerintah AS perlu dipertimbangkan secara hati-hati untuk meminimalkan dampak negatif terhadap konsumen dan bisnis di AS.