Federal Reserve: Konsumen, Bisnis AS Bayar Mayoritas Biaya Tarif Impor
Riset terbaru Federal Reserve menunjukkan bahwa konsumen dan pelaku bisnis di Amerika Serikat menanggung 90 persen dari total biaya tarif impor yang diberlakukan. Temuan ini secara langsung membantah klaim sebelumnya dari pemerintahan yang menyatakan bahwa perusahaan asing akan menanggung beban utama tarif tersebut.
Kebijakan tarif impor yang diterapkan selama era pemerintahan sebelumnya, terutama terhadap produk dari Tiongkok, mencakup berbagai barang mulai dari komponen elektronik hingga perangkat keras teknologi konsumen. Tarif ini sejatinya adalah pajak yang dikenakan pada barang impor, yang secara teori dapat diserap oleh eksportir asing atau diteruskan ke importir dan pada akhirnya ke konsumen akhir. Penelitian Federal Reserve menggunakan model ekonomi untuk melacak aliran biaya tersebut, secara spesifik melihat bagaimana peningkatan harga jual di AS terjadi akibat tarif ini.
Dampak langsung dari biaya tarif yang dibebankan kepada konsumen dan bisnis AS ini sangat terasa di industri teknologi. Produsen perangkat keras dan perusahaan teknologi yang bergantung pada rantai pasokan global, terutama dari Asia, menghadapi kenaikan biaya komponen seperti semikonduktor, layar, dan baterai. Hal ini pada gilirannya menekan margin keuntungan mereka atau memaksa mereka menaikkan harga jual produk akhir, mulai dari smartphone, laptop, hingga server. Bagi konsumen, ini berarti harga perangkat elektronik yang lebih mahal, menghambat adopsi teknologi baru dan berpotensi mengurangi daya beli di sektor krusial ini.