FTC Tuntut Apple News Promosikan Berita Konservatif
Badan Perlindungan Persaingan Usaha (FTC) yang dipimpin oleh pemerintahan Trump menuntut Apple News untuk mempromosikan lebih banyak berita dari sumber konservatif seperti Fox News dan Breitbart. Tuntutan ini dilakukan karena FTC mengklaim bahwa Apple News menekan suara konservatif, merujuk pada sebuah studi yang dilakukan oleh kelompok pro-Trump.
Studi yang dilakukan oleh kelompok pro-Trump ini menyatakan bahwa Apple News memiliki kecenderungan liberal dalam memilih berita yang dipromosikan. FTC menganggap bahwa ini merupakan bentuk diskriminasi terhadap sumber berita konservatif. Namun, perlu diingat bahwa Apple News menggunakan algoritma untuk memilih berita yang dipromosikan, dan algoritma ini dirancang untuk memilih berita yang paling relevan dan populer di kalangan pengguna. Selain itu, Apple News juga memiliki tim editor yang bertugas untuk memilih dan mengcurasi berita yang dipromosikan.
Dampak dari tuntutan ini dapat signifikan bagi industri teknologi dan pengguna Apple News. Jika Apple News dipaksa untuk mempromosikan lebih banyak berita konservatif, maka ini dapat mengubah dinamika berita yang dipromosikan dan mempengaruhi opini pengguna. Selain itu, tuntutan ini juga dapat memicu debat tentang kebebasan berekspresi dan peran teknologi dalam menyebarkan informasi. Perlu diingat bahwa FTC memiliki wewenang untuk mengatur praktik bisnis yang tidak adil, namun perlu dipertimbangkan apakah tuntutan ini merupakan bentuk intervensi yang tepat dalam kebebasan berekspresi dan pilihan pengguna.