Global Entry Protesan ICE Dicabut Usai Pemindaian Wajah Biometrik

News 31 Jan 2026

Seorang pemrotes imigrasi di Amerika Serikat melaporkan bahwa keanggotaan Global Entry dan Precheck-nya telah dicabut secara mendadak, hanya tiga hari setelah seorang agen memindai wajahnya. Insiden ini, yang terungkap melalui berkas pengadilan, memicu kekhawatiran serius mengenai penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh lembaga pemerintah dan potensi dampaknya terhadap hak-hak sipil individu.

Global Entry dan TSA Precheck adalah program keistimewaan yang dikelola oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) untuk mempercepat proses imigrasi dan pemeriksaan keamanan bagi pelancong yang telah diverifikasi latar belakangnya. Namun, kasus ini menyoroti implementasi teknologi biometrik, khususnya pemindaian wajah, yang semakin meresap dalam operasional penegakan hukum dan keamanan perbatasan. Data biometrik, yang mencakup pola wajah unik, sangat sensitif dan berpotensi disalahgunakan jika tidak ada regulasi ketat mengenai pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaannya. Teknologi ini memungkinkan identifikasi cepat dan dapat menghubungkan individu dengan basis data yang luas, termasuk catatan aktivitas publik atau protes.

Pencabutan status perjalanan yang krusial ini memicu alarm di kalangan advokat privasi digital dan pembela hak-hak sipil. Mereka khawatir bahwa insiden semacam ini dapat menciptakan efek "mengerikan" (chilling effect) terhadap kebebasan berekspresi, di mana individu mungkin ragu untuk berpartisipasi dalam protes publik karena takut akan konsekuensi yang tidak terduga dari pengawasan biometrik. Bagi industri teknologi, kasus ini menggarisbawahi tanggung jawab etis dalam mengembangkan dan menyediakan solusi pengenalan wajah, menuntut transparansi lebih besar dari pemerintah mengenai protokol penggunaan teknologi tersebut, dan menekankan pentingnya perlindungan data pengguna dari penyalahgunaan di era pengawasan digital yang semakin canggih.

Tag