Google Dikritik, Aplikasi AI Grok Langgar Aturan Play Store

News 13 Jan 2026

Google Play Store menuai kritik tajam setelah kedapatan masih menaungi aplikasi chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok dari xAI, meskipun aplikasi tersebut secara eksplisit melanggar pedoman kebijakan platformnya. Kebijakan Google secara gamblang melarang aplikasi yang perilakunya mirip Grok, memicu pertanyaan besar mengenai konsistensi penegakan aturan di ekosistem Android.

Pedoman Pengembang Google Play, terutama di bagian terkait konten yang berbahaya dan kualitas aplikasi, dengan jelas menyatakan larangan terhadap aplikasi yang dapat menghasilkan misinformasi, ujaran kebencian, atau konten yang tidak pantas. Grok, yang dikembangkan oleh perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, dikenal dengan pendekatan "tanpa filter" dan respons yang terkadang provokatif atau kontroversial, sebuah karakteristik yang sering kali bertentangan langsung dengan standar keamanan konten Google. Situasi ini menimbulkan persepsi adanya standar ganda, di mana pengembang lain mungkin menghadapi sanksi atau penghapusan aplikasi atas pelanggaran serupa.

Inkonsistensi dalam penegakan kebijakan ini berpotensi mengikis kepercayaan pengembang dan pengguna terhadap integritas Google Play Store. Bagi pengembang, hal ini menciptakan ketidakpastian dan rasa tidak adil, sementara bagi pengguna, risiko terpapar konten yang berpotensi berbahaya atau tidak sesuai dengan standar etika yang dijanjikan Google menjadi lebih tinggi. Di tengah pesatnya pertumbuhan aplikasi AI, kasus Grok menyoroti tantangan besar bagi raksasa teknologi dalam menyeimbangkan inovasi dengan tanggung jawab moderasi konten, serta menegaskan pentingnya transparansi dan konsistensi dalam penerapan kebijakan platform.

Tag