Gugatan Hukum Hadang Rencana Penutupan Pusat Penelitian Atmosfer Nasional (NCAR)
Administrasi Trump menghadapi gugatan hukum setelah berencana menutup National Center for Atmospheric Research (NCAR), sebuah lembaga riset iklim dan cuaca terkemuka di Amerika Serikat. Gugatan tersebut diajukan oleh kelompok universitas yang mengelola NCAR, menuduh bahwa rencana penutupan tersebut tidak memiliki dasar rasional.
National Center for Atmospheric Research (NCAR), yang beroperasi di bawah naungan University Corporation for Atmospheric Research (UCAR) dan didanai oleh National Science Foundation (NSF), telah menjadi pilar penting dalam penelitian atmosfer global selama lebih dari enam dekade. Pusat ini bertanggung jawab atas pengembangan model iklim prediktif canggih, pengamatan cuaca ekstrem, dan pemahaman dinamika atmosfer Bumi. Penutupan NCAR akan menghilangkan salah satu sumber data dan keahlian terkemuka dalam mitigasi bencana alam berbasis cuaca dan studi perubahan iklim, yang sangat bergantung pada data komputasi presisi tinggi dan observasi jangka panjang.
Penutupan NCAR berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi industri teknologi dan pengguna global. Hilangnya pusat data dan kemampuan superkomputasi NCAR dapat menghambat kemajuan dalam pemodelan iklim berbasis kecerdasan buatan, pengembangan aplikasi perkiraan cuaca presisi, dan inovasi di sektor energi terbarukan yang bergantung pada data iklim akurat. Selain itu, langkah ini dapat mengganggu ekosistem riset kolaboratif yang luas, mempengaruhi ribuan ilmuwan dan insinyur yang mengandalkan data dan perangkat lunak NCAR untuk memahami serta memitigasi dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem di seluruh dunia.