Ilmuwan Debunks Klaim Pohon Bisa Merasakan Gerhana Matahari

News 7 Feb 2026

Sebuah studi kontroversial pada tahun 2025 yang menyatakan bahwa pohon dapat merasakan gerhana matahari telah dibantah oleh para ilmuwan. Mereka menyatakan bahwa klaim tersebut merupakan "pencerobohan pseudosains ke inti penelitian biologi". Penelitian asli tersebut menyatakan bahwa pohon dapat mendeteksi perubahan cahaya selama gerhana matahari dan menyesuaikan aktivitasnya secara berbeda. Namun, kritik terbaru ini menunjukkan bahwa metode penelitian tersebut tidak cukup kuat untuk mendukung klaim tersebut.

Studi asli tersebut menggunakan data dari sensor yang dipasang di pohon untuk memantau perubahan aktivitas pohon selama gerhana matahari. Namun, para ilmuwan yang melakukan kritik terbaru menyatakan bahwa metode penelitian tersebut tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi aktivitas pohon, seperti perubahan suhu dan kelembaban. Mereka juga menyatakan bahwa sampel data yang digunakan terlalu kecil untuk mendukung klaim tersebut. Dalam konteks lebih luas, penelitian ini juga terkait dengan bidang penelitian tentang fototropisme, yaitu kemampuan tanaman untuk menyesuaikan diri dengan arah dan intensitas cahaya.

Dampak bagi Penelitian Biologi

Kritik terbaru ini dapat memiliki dampak signifikan bagi penelitian biologi, terutama dalam bidang ekofisiologi dan botani. Penelitian yang tidak cukup kuat dapat menyebabkan kesalahpahaman tentang bagaimana tanaman berinteraksi dengan lingkungan mereka, yang dapat memiliki implikasi bagi pertanian, kehutanan, dan konservasi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut dengan metode yang lebih kuat untuk memahami bagaimana tanaman merespons perubahan lingkungan, termasuk gerhana matahari. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengetahuan ilmiah dan pengembangan teknologi yang lebih baik untuk mengelola lingkungan.

Tag