Ilmuwan Identifikasi Empat Awak Ekspedisi Franklin dengan DNA

News 9 Mei 2026

Ekspedisi Franklin yang dilakukan oleh Sir John Franklin pada tahun 1845 telah menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah penjelajahan Kutub Utara. Baru-baru ini, ilmuwan berhasil mengidentifikasi empat awak kapal lebih lanjut menggunakan analisis DNA. Tiga di antaranya bertugas di kapal HMS Erebus, sementara yang keempat adalah Petty Officer Harry Peglar dari kapal HMS Terror.

Latar Belakang

Ekspedisi Franklin awalnya bertujuan untuk menemukan Jalur Barat Laut, sebuah rute pelayaran yang diharapkan dapat menghubungkan Samudra Atlantik dengan Samudra Pasifik melalui Kutub Utara. Namun, kedua kapal, HMS Erebus dan HMS Terror, terjebak dalam es dan tidak pernah kembali. Banyak teori yang telah dikemukakan untuk menjelaskan nasib awak kapal, termasuk kelaparan, penyakit, dan bahkan kanibalisme. Analisis DNA ini membuka kemungkinan baru untuk memahami apa yang terjadi pada awak kapal tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi analisis DNA telah berkembang pesat, memungkinkan ilmuwan untuk mengidentifikasi individu dengan presisi yang tinggi. Dalam kasus ini, ilmuwan menggunakan sampel DNA dari kerangka awak kapal yang ditemukan di pulau Beechey, Kanada, dan membandingkannya dengan catatan keluarga dan dokumen sejarah. Hasilnya adalah identifikasi empat awak kapal lebih lanjut, yang dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang kejadian yang menyebabkan ekspedisi tersebut gagal.

Tag