Ilmuwan Temukan Bukti Baru Pembangunan Stonehenge

News 1 Feb 2026

Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bukti baru bahwa manusia, bukan gletser, yang memindahkan batu-batu besar ke Stonehenge, salah satu situs warisan dunia UNESCO yang paling terkenal. Penemuan ini merupakan hasil dari penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam sebuah jurnal ilmiah. Selain itu, para peneliti juga menemukan beberapa penemuan lain yang menarik, seperti robot yang dapat meniru gerakan bibir manusia dan analisis DNA Leonardo da Vinci.

Stonehenge sendiri merupakan sebuah monumen prasejarah yang terletak di Inggris, yang dibangun sekitar 3000 SM. Struktur ini terdiri dari batu-batu besar yang disusun dalam lingkaran, dengan berat mencapai beberapa ton. Selama ini, para ilmuwan telah berdebat tentang bagaimana batu-batu ini dipindahkan ke lokasi tersebut. Beberapa teori menyatakan bahwa gletser yang bergerak selama zaman es memindahkan batu-batu ini, namun penemuan terbaru ini menunjukkan bahwa manusia telah menggunakan teknologi dan kerja sama untuk memindahkan batu-batu ini. Dari sisi teknis, penelitian ini menggunakan metode analisis geologi dan arkeologi untuk menentukan asal usul batu-batu ini dan bagaimana mereka dipindahkan.

Dampak Penemuan

Penemuan ini memiliki dampak yang signifikan bagi industri arkeologi dan sejarah, karena memberikan bukti bahwa manusia telah memiliki kemampuan teknologi dan kerja sama yang maju sejak zaman prasejarah. Selain itu, penemuan ini juga dapat membantu kita memahami bagaimana manusia telah berinteraksi dengan lingkungan mereka dan bagaimana mereka telah mengembangkan teknologi untuk memecahkan masalah. Dalam konteks yang lebih luas, penemuan ini juga dapat membantu kita memahami bagaimana manusia telah berkembang dan bagaimana kita dapat menggunakan pengetahuan ini untuk memecahkan masalah yang kita hadapi saat ini.

Tag