Intel Prioritaskan Produksi Chip Server, Pasokan Core Ultra Terhambat
Intel telah secara strategis mengalokasikan sebagian besar kapasitas produksinya untuk chip server berkinerja tinggi, mengisyaratkan potensi hambatan pasokan untuk lini prosesor konsumen terbarunya, Core Ultra. Keputusan ini diambil karena segmen chip server menawarkan margin keuntungan yang lebih besar dan permintaan yang terus melonjak bagi raksasa semikonduktor tersebut.
Langkah Intel ini berakar pada dinamika pasar yang menguntungkan di sektor pusat data, komputasi awan, dan solusi AI, di mana permintaan untuk chip Xeon dan akselerator AI sangat tinggi. Prosesor server, yang seringkali memiliki arsitektur lebih kompleks, jumlah inti yang masif, dan harga jual yang jauh lebih tinggi, menjadi mesin pengeruk uang utama bagi Intel. Sementara itu, lini Core Ultra untuk PC konsumen, yang dikenal dengan arsitektur chiplet, teknologi pengepakan Foveros, dan Neural Processing Unit (NPU) terintegrasi untuk akselerasi AI lokal, memerlukan proses manufaktur canggih yang sama dan kapasitas produksi foundry yang terbatas. Prioritas ini mencerminkan fokus perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan dari fasilitas manufaktur internalnya.
Implikasi dari strategi alokasi produksi ini dapat dirasakan luas di industri teknologi. Mitra OEM (Original Equipment Manufacturer) mungkin menghadapi penundaan dalam peluncuran produk atau ketersediaan stok terbatas untuk laptop dan PC desktop yang ditenagai oleh prosesor Core Ultra terbaru. Bagi konsumen, kondisi ini bisa berarti harga perangkat yang lebih tinggi, pilihan produk yang lebih sedikit, atau penundaan dalam mendapatkan teknologi komputasi AI terkini pada perangkat mereka. Situasi ini juga membuka peluang besar bagi kompetitor seperti AMD dengan lini Ryzen-nya atau Qualcomm dengan Snapdragon X Elite untuk mengisi kekosongan pasar PC, terutama dalam konteks adopsi AI di perangkat klien yang semakin pesat.