Intel Prioritaskan Produksi Chip Server, Peluncuran Core Ultra 3 Terhambat

News 24 Jan 2026

Intel Corporation dilaporkan menggeser alokasi produksi chip internalnya untuk memprioritaskan prosesor server berkeuntungan tinggi, Xeon. Keputusan strategis ini diambil di tengah keterbatasan pasokan global dan berpotensi menghambat peluncuran seri prosesor klien generasi mendatang, Core Ultra 3, yang sangat dinantikan pasar konsumen dan industri PC.

Langkah ini mencerminkan prioritas Intel dalam mengamankan segmen pasar korporat dan pusat data yang sangat menguntungkan. Prosesor Intel Xeon, yang digunakan secara luas di server dan infrastruktur cloud, menawarkan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan chip untuk pasar konsumen. Di tengah persaingan ketat, terutama dengan seri EPYC dari AMD, memastikan ketersediaan Xeon menjadi krusial bagi dominasi Intel di segmen enterprise. Sementara itu, seri Core Ultra merepresentasikan arsitektur terbaru Intel, dengan fokus pada efisiensi daya dan kemampuan AI terintegrasi yang krusial untuk laptop generasi baru. Penundaan atau keterbatasan pasokan Core Ultra 3 dapat menghambat upaya Intel untuk kembali memimpin inovasi di pasar PC.

Keputusan realokasi produksi ini diperkirakan akan memiliki dampak signifikan pada ekosistem PC global. Produsen perangkat orisinal (OEM) seperti HP, Dell, dan Lenovo kemungkinan besar akan menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan untuk laptop dan PC generasi terbaru yang ditenagai Core Ultra 3. Bagi konsumen, hal ini bisa berarti ketersediaan produk yang lebih terbatas, potensi kenaikan harga, atau penundaan dalam mengakses inovasi terbaru dari Intel. Situasi ini juga dapat membuka peluang bagi pesaing seperti AMD dengan seri Ryzen-nya atau bahkan chip berbasis ARM seperti Qualcomm Snapdragon X Elite untuk memperluas pangsa pasar di segmen komputasi klien, terutama di tengah tren perangkat AI PC. Ini menggarisbawahi kerapuhan rantai pasokan semikonduktor dan bagaimana keputusan strategis satu pemain besar dapat mengguncang seluruh industri.

Tag