Jepang Kehilangan Satelit Navigasi 5 Ton
Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) mengalami kegagalan dalam peluncuran roket H3, yang mengakibatkan hilangnya satelit navigasi seberat 5 ton. Insiden ini terjadi ketika satelit tersebut terlepas dari roket selama proses peluncuran. Roket H3 diluncurkan dari Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang, dengan tujuan mengorbitkan satelit navigasi DAICHI-3.
Latar belakang kegagalan ini masih dalam investigasi, namun diduga bahwa ada masalah dengan mekanisme pelepasan satelit dari roket. Roket H3 dirancang untuk mengangkut muatan seberat hingga 4.000 kilogram ke orbit geostasioner. Satelit DAICHI-3 memiliki dimensi 3,4 meter x 2,5 meter x 6,8 meter dan dilengkapi dengan antena parabola berdiameter 2,5 meter. Satelit ini dirancang untuk menyediakan layanan navigasi dan komunikasi untuk Jepang dan negara-negara lain di Asia.
Dampak dari kegagalan ini dapat dirasakan oleh industri teknologi dan pengguna di Jepang dan Asia. Satelit DAICHI-3 dirancang untuk meningkatkan akurasi sistem navigasi dan komunikasi, terutama untuk keperluan pelayaran dan penerbangan. Kegagalan ini dapat memperlambatkan perkembangan teknologi navigasi dan komunikasi di Jepang dan Asia. Selain itu, kegagalan ini juga dapat mempengaruhi reputasi JAXA dan industri antariksa Jepang secara keseluruhan.