Kerusakan Laut Lipat Gandakan Biaya Iklim, Abaikan Ekonomi Biru Triliunan Dolar
Kerusakan ekosistem laut diproyeksikan melipatgandakan estimasi biaya penanganan perubahan iklim global, menyoroti pengabaian "ekonomi biru" yang menciptakan titik buta finansial bernilai multi-triliun dolar. Para ahli kini memperingatkan bahwa tanpa mempertimbangkan degradasi laut, proyeksi dampak iklim selama ini jauh dari akurat, berpotensi meremehkan total kerugian ekonomi dan sosial yang harus ditanggung.
Ekonomi biru, yang mencakup sektor-sektor seperti perikanan, pariwisari bahari, pengiriman logistik, dan energi terbarukan lepas pantai, diperkirakan bernilai triliunan dolar setiap tahun. Namun, pendanaan iklim tradisional seringkali gagal mengintegrasikan dampak dan biaya dari kerusakan laut seperti peningkatan keasaman samudra, polusi plastik, penangkapan ikan berlebihan, dan hilangnya habitat pesisir vital. Para ilmuwan, menggunakan model data kompleks dan pemantauan satelit berpresisi tinggi, kini menunjukkan bagaimana degradasi ini tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga mengurangi kapasitas laut sebagai penyerap karbon alami dan pelindung garis pantai, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap ekstremitas iklim dan biaya adaptasi yang lebih tinggi.
Implikasi dari titik buta finansial ini sangat besar, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi sektor teknologi dan ekonomi global. Industri IT dihadapkan pada peluang sekaligus tantangan untuk mengembangkan solusi inovatif, mulai dari sensor bawah laut bertenaga AI untuk memantau kesehatan laut, platform data skala besar untuk memodelkan dampak iklim secara holistik, hingga teknologi bersih untuk mengurangi polusi maritim dan memfasilitasi transisi energi. Pengabaian ini juga berarti risiko investasi yang lebih tinggi bagi perusahaan yang bergantung pada sumber daya laut atau memiliki infrastruktur di pesisir, dan pada akhirnya dapat meningkatkan biaya hidup bagi konsumen melalui gangguan rantai pasokan dan peningkatan premi asuransi, menuntut integrasi data yang lebih baik dan intervensi teknologi yang lebih cerdas.