Kesepakatan Investasi $100 Miliar Nvidia-OpenAI Gagal Terwujud

News 5 Feb 2026

Rencana investasi senilai $100 miliar dari Nvidia kepada OpenAI dilaporkan gagal terwujud, lima bulan setelah rumor awalnya menggegerkan pasar teknologi global. Kegagalan kesepakatan antara dua raksasa di industri kecerdasan buatan ini sontak memicu kegelisahan dan ketidakpastian di kalangan investor serta pelaku pasar AI.

Sebelumnya, spekulasi mengenai akuisisi atau investasi signifikan Nvidia pada OpenAI sempat mencuat kuat. Nvidia, yang dikenal sebagai pemimpin tak terbantahkan dalam pasar unit pemroses grafis (GPU) berkinerja tinggi, merupakan pemasok utama hardware esensial untuk melatih dan menjalankan model AI generatif seperti yang dikembangkan OpenAI. Produk-produknya seperti seri H100 dan A100 menjadi tulang punggung infrastruktur komputasi AI global. Di sisi lain, OpenAI, pengembang ChatGPT, sangat membutuhkan modal besar untuk terus berinovasi dan mengoperasikan model AI yang semakin kompleks dan haus daya komputasi. Kemitraan semacam ini diharapkan dapat memperkuat integrasi vertikal antara penyedia chip dan pengembang AI, namun detail mengenai struktur dan alasan kegagalan kesepakatan ini tidak pernah diungkap secara publik.

Kegagalan terwujudnya investasi ini berpotensi mengguncang kepercayaan pasar terhadap valuasi dan prospek pertumbuhan di sektor AI yang sangat dinamis. Investor mungkin akan lebih berhati-hati dalam mengevaluasi potensi mega-deal di masa depan, mengingat kompleksitas strategis dan regulasi yang menyertainya. Bagi Nvidia, dominasinya di pasar hardware AI tetap tak tergoyahkan, namun kegagalan ini mungkin menandakan kehati-hatian dalam ekspansi non-inti. Sementara bagi OpenAI, kebutuhan pendanaan raksasa akan tetap menjadi prioritas, kemungkinan mendorongnya untuk mencari alternatif strategis atau memperdalam hubungan dengan investor eksisting seperti Microsoft, yang telah menanamkan miliaran dolar. Insiden ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri dalam menyeimbangkan inovasi cepat dengan kebutuhan akan stabilitas finansial dan tata kelola yang transparan.

Tag