Krisis RAM Ancam Pasokan GPU, SSD Kapasitas Tinggi, dan Hard Drive
Kelangkaan pasokan memori RAM yang tengah melanda industri teknologi kini dilaporkan semakin meluas, mengancam ketersediaan dan harga unit pemrosesan grafis (GPU), solid-state drive (SSD) berkapasitas tinggi, serta hard drive. Situasi ini mendorong produsen GPU untuk memprioritaskan produksi model-model yang lebih menguntungkan, sementara konsumen semakin kesulitan menemukan SSD dengan kapasitas penyimpanan besar di pasar global.
Penyebab utama dari dampak meluasnya kelangkaan ini adalah keterkaitan erat antar komponen dalam ekosistem semikonduktor. GPU modern sangat bergantung pada Video RAM (VRAM), khususnya jenis GDDR, yang merupakan turunan dari teknologi DRAM. Jika pasokan DRAM untuk memori sistem terganggu, hal serupa berpotensi terjadi pada VRAM. Demikian pula, banyak SSD berperforma tinggi, terutama NVMe, memanfaatkan DRAM sebagai cache untuk mempercepat operasi baca/tulis dan memperpanjang usia pakai. Bahkan hard drive pun memiliki modul DRAM kecil untuk cache internalnya. Lonjakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan, pusat data, dan gaming, ditambah dengan kapasitas produksi semikonduktor yang terbatas, memperparah tekanan pada rantai pasokan global.
Dampak dari kelangkaan ini akan sangat terasa bagi industri teknologi dan konsumen akhir. Produsen hardware akan menghadapi kenaikan biaya produksi, potensi penundaan peluncuran produk baru, dan persaingan yang lebih sengit untuk mendapatkan alokasi komponen. Bagi konsumen, ini berarti harga PC rakitan atau perangkat dengan komponen terdampak, seperti laptop gaming atau workstation, kemungkinan besar akan melambung tinggi. Ketersediaan produk akan menjadi lebih terbatas, memaksa pengguna untuk membayar lebih mahal atau menunda rencana pembelian dan upgrade, terutama bagi mereka yang membutuhkan kapasitas penyimpanan atau daya grafis yang besar untuk pekerjaan profesional atau hiburan.