Krisis RAM Global Mendinginkan Antusiasme Terhadap PC AI

News 14 Jan 2026

Pasar PC berkemampuan AI (AI PC) mengalami perlambatan antusiasme signifikan di tengah krisis pasokan memori RAM global. Situasi ini secara tidak langsung meredam gelombang promosi dan diskusi seputar perangkat komputasi yang ditenagai kecerdasan buatan, memaksa industri untuk mengalihkan fokus pada isu rantai pasok fundamental.

Konsep "AI PC" dipromosikan sebagai generasi baru komputer pribadi yang mengintegrasikan unit pemrosesan saraf (NPU) khusus untuk menjalankan model AI secara lokal, mengurangi ketergantungan pada layanan cloud. Namun, kinerja AI on-device sangat bergantung pada kapasitas dan bandwidth memori RAM yang tinggi, seperti LPDDR5 atau DDR5, untuk menampung dan memproses data model besar secara efisien. Kelangkaan RAM saat ini diperparah oleh lonjakan permintaan dari sektor pusat data dan server AI yang memprioritaskan pasokan, serta fluktuasi produksi semikonduktor yang belum stabil pasca-pandemi, mengakibatkan kenaikan harga dan keterbatasan alokasi untuk pasar PC konsumen.

Dampak krisis ini terasa di seluruh rantai pasok, mulai dari produsen chip hingga perakit PC. Banyak vendor mungkin terpaksa menunda peluncuran produk AI PC baru atau menaikkan harga jual, yang pada akhirnya membebani konsumen. Bagi pengguna, perlambatan ini memberikan jeda untuk mengevaluasi kembali nilai sebenarnya dari fitur AI lokal dibandingkan dengan peningkatan performa komputasi tradisional. Industri kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan inovasi AI dengan realitas ketersediaan komponen dasar, mendorong diskusi tentang keberlanjutan strategi pemasaran "AI PC" di tengah ketidakpastian pasokan komponen vital.

Tag