Krisis RAM Paksa Framework Naikkan Harga Bulanan, Prospek Memburuk
Framework, produsen laptop modular yang dikenal dengan kemudahan perbaikan dan kustomisasi, secara terpaksa menaikkan harga modul RAM setiap bulannya sebagai respons terhadap krisis pasokan global yang semakin parah. Perusahaan memperingatkan bahwa kondisi ini diperkirakan akan memburuk sebelum adanya tanda-tanda perbaikan, berdampak langsung pada biaya komponen bagi konsumen dan industri.
Krisis pasokan memori akses acak (RAM) saat ini dipicu oleh kombinasi lonjakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI), pusat data, dan perangkat seluler, berbarengan dengan keterbatasan kapasitas produksi chip memori. Pembuat memori utama seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kesulitan memenuhi kebutuhan global, terutama untuk memori DDR5 yang kini menjadi standar industri. Fluktuasi harga bahan baku, tantangan logistik, dan investasi yang belum sepenuhnya matang pada fasilitas produksi baru turut memperkeruh situasi, menciptakan tekanan signifikan pada rantai pasokan komponen elektronik.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada para pengguna dan penggemar DIY PC yang mengandalkan Framework untuk kemudahan upgrade dan kustomisasi, secara signifikan meningkatkan biaya kepemilikan dan perakitan. Secara lebih luas, situasi ini mengindikasikan tekanan berkelanjutan pada industri semikonduktor global, yang berpotensi menunda peluncuran produk baru dari produsen PC lain dan menaikkan harga di berbagai segmen pasar teknologi. Para analis industri memprediksi bahwa stabilisasi harga dan pasokan baru akan terlihat pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, menyiratkan periode tantangan berkelanjutan bagi seluruh ekosistem teknologi.