Krisis RAM Perburuk Pasokan GPU, SSD Kapasitas Besar
Krisis pasokan chip memori Random Access Memory (RAM) dilaporkan telah meluas, kini turut berdampak pada produksi unit pemrosesan grafis (GPU), solid-state drive (SSD) berkapasitas tinggi, dan bahkan hard drive (HDD). Kelangkaan ini mendorong produsen GPU untuk memprioritaskan model yang lebih menguntungkan, sementara ketersediaan SSD berkapasitas besar semakin terbatas di pasar global.
Penyebab utama kelangkaan ini berasal dari keterbatasan pasokan komponen semikonduktor, khususnya chip DRAM yang krusial. GPU modern sangat bergantung pada memori video (VRAM) berkecepatan tinggi, seperti GDDR6 atau GDDR6X, yang merupakan varian khusus dari DRAM. Keterbatasan VRAM secara langsung menghambat produksi kartu grafis. Demikian pula, SSD, terutama yang berkinerja tinggi dan berkapasitas besar, menggunakan chip DRAM sebagai cache untuk mempercepat operasi baca/tulis. Bahkan, hard drive konvensional pun menyertakan buffer DRAM kecil untuk mengoptimalkan kinerja. Kondisi ini diperparah oleh lonjakan permintaan global dan gangguan rantai pasok.
Dampak langsung dari meluasnya krisis ini adalah kenaikan harga komponen, keterbatasan pilihan bagi konsumen, dan potensi penundaan rilis produk-produk baru. Gamer, kreator konten, dan profesional yang membutuhkan performa komputasi tinggi akan merasakan kesulitan dalam mendapatkan perangkat keras terbaru atau upgrade sistem. Di sisi industri, produsen kemungkinan besar akan mengalihkan fokus ke produk dengan margin keuntungan yang lebih tinggi, meninggalkan segmen pasar tertentu dengan pasokan yang sangat minim. Kelangkaan ini juga berpotensi mengganggu ekspansi infrastruktur pusat data yang sangat bergantung pada SSD dan HDD berkapasitas besar, memicu tantangan signifikan bagi pertumbuhan ekosistem teknologi secara keseluruhan.