Laba Tesla Anjlok 46% di 2025, Penjualan Turun 8,6%

News 29 Jan 2026

Tesla melaporkan penurunan laba bersih signifikan sebesar 46% pada tahun 2025, sementara total penjualan global perusahaan anjlok sebesar 8,6%. Lebih dari separuh laba yang dicatatkan perusahaan bahkan berasal dari penjualan kredit emisi karbon, bukan dari bisnis inti manufaktur dan penjualan kendaraan listrik, menandakan adanya tekanan fundamental pada operasional inti Tesla.

Ketergantungan ekstrem pada kredit emisi—mekanisme di mana Tesla menjual hak untuk emisi karbon yang tidak digunakannya kepada produsen otomotif lain yang belum memenuhi standar regulasi—menyoroti tantangan profitabilitas dari penjualan kendaraannya sendiri. Kondisi ini terjadi di tengah persaingan pasar kendaraan listrik (EV) global yang semakin ketat, terutama dengan munculnya pemain-pemain baru dan agresif dari Tiongkok seperti BYD yang memicu perang harga. Selain itu, perlambatan permintaan EV di beberapa pasar kunci dan masalah rantai pasok global turut berkontribusi pada penurunan pendapatan Tesla.

Penurunan kinerja finansial ini berpotensi menggoyahkan kepercayaan investor dan dapat mempengaruhi valuasi saham Tesla di pasar. Bagi industri teknologi dan otomotif, situasi ini mengirim sinyal bahwa dominasi pasar tidak abadi dan inovasi berkelanjutan serta efisiensi biaya adalah kunci untuk bertahan di era transisi EV. Penurunan laba juga bisa berdampak pada jadwal pengembangan proyek-proyek ambisius Tesla di masa depan, seperti peluncuran Robotaxi, ekspansi produksi Cybertruck, atau percepatan pengembangan model kendaraan yang lebih terjangkau, yang sangat dinanti-nantikan oleh konsumen dan pasar global.

Tag