LG dan Pabrikan Lain Akui Kegagalan Adopsi Teknologi TV 8K

News 2 Feb 2026

LG Electronics bersama sejumlah pabrikan TV global lainnya secara resmi mengakui kegagalan adopsi massal teknologi televisi 8K. Keputusan ini datang setelah bertahun-tahun mendorong standar resolusi ultra-tinggi yang terbukti tidak diminati pasar karena ketiadaan konten asli dan manfaat yang dirasakan minim oleh konsumen.

Teknologi 8K, dengan resolusi masif 7680x4320 piksel, empat kali lipat dari 4K, digadang-gadang sebagai lompatan visual berikutnya. Namun, tantangan fundamental membendung adopsinya. Ketersediaan konten asli 8K nyaris tidak ada, baik dari platform *streaming*, siaran TV, maupun media fisik, membuat kapabilitas resolusi tinggi TV tersebut tidak terpakai secara optimal. Selain itu, pada jarak pandang dan ukuran layar TV konsumen umum, perbedaan visual antara 4K dan 8K sulit dibedakan oleh mata manusia, membuat investasi pada resolusi lebih tinggi terasa mubazir. Faktor lain seperti kebutuhan *bandwidth* internet yang sangat besar untuk *streaming* 8K, harga jual yang premium, dan biaya produksi panel yang kompleks turut memperparah keadaan.

Penarikan dukungan ini menandai pergeseran strategi signifikan dalam industri elektronik konsumen. Pabrikan kini kemungkinan besar akan mengalihkan fokus riset dan pengembangan mereka dari sekadar peningkatan resolusi, menuju penyempurnaan kualitas gambar pada standar 4K yang telah matang, seperti teknologi panel OLED dan Mini-LED, standar HDR (High Dynamic Range) yang lebih baik, serta peningkatan fitur cerdas dan kemampuan audio. Bagi konsumen, keputusan ini memberikan kejelasan bahwa investasi pada TV 4K premium saat ini sudah lebih dari cukup dan tidak perlu khawatir akan segera usang. Industri tampaknya belajar bahwa inovasi yang berpusat pada pengalaman pengguna dan ekosistem konten yang matang lebih penting daripada sekadar angka piksel semata.

Tag