LG Ikut Akui Gagalnya Adopsi TV 8K oleh Konsumen Global

News 31 Jan 2026

Industri televisi global, dengan LG Electronics sebagai salah satu pemain kunci, kini secara de facto mengakui bahwa TV beresolusi 8K gagal menarik minat pasar secara signifikan. Konsesi ini muncul setelah bertahun-tahun upaya untuk mempromosikan teknologi tersebut, namun terganjal oleh minimnya ketersediaan konten asli dan manfaat substansial yang dirasakan oleh mayoritas konsumen.

Resolusi 8K, yang menawarkan 7680x4320 piksel atau empat kali lipat dari 4K UHD, diposisikan sebagai lompatan visual berikutnya sejak diperkenalkan. Namun, adopsinya terhambat oleh beberapa faktor fundamental. Ekosistem konten, termasuk siaran, layanan streaming, dan produksi film, sebagian besar masih berkutat di resolusi 4K atau bahkan Full HD. Selain itu, untuk benar-benar merasakan perbedaan detail antara 4K dan 8K, penonton memerlukan layar dengan ukuran yang sangat besar (di atas 75 inci) dan jarak pandang yang sangat dekat, sebuah skenario yang jarang terjadi di sebagian besar rumah tangga. Persyaratan teknis tambahan seperti kabel HDMI 2.1 dan bandwidth internet super cepat juga menjadi penghalang bagi banyak pengguna.

Kegagalan adopsi 8K ini diperkirakan akan memicu pergeseran strategi signifikan di kalangan produsen TV. Fokus inovasi kemungkinan akan beralih dari sekadar resolusi piksel menuju peningkatan kualitas gambar lain seperti panel OLED, Mini LED, Micro LED, serta pengembangan fitur pintar (smart TV), refresh rate yang lebih tinggi, dan pengalaman pengguna yang lebih intuitif. Bagi konsumen, hal ini berarti investasi pada TV 4K berkualitas tinggi tetap relevan dan tidak akan cepat usang, sembari menantikan inovasi yang lebih berfokus pada pengalaman nyata daripada sekadar spesifikasi mentah. Pelajaran dari 8K menggarisbawahi bahwa inovasi teknologi harus didukung oleh ekosistem konten yang matang dan manfaat yang jelas bagi pengguna akhir.

Tag