LG Ikut Industri TV Akui Masa Depan Bukan pada 8K

News 1 Feb 2026

LG Electronics, raksasa manufaktur elektronik global, secara resmi mengikuti konsensus industri TV yang menyatakan bahwa televisi resolusi 8K bukanlah arah masa depan pasar utama. Keputusan ini datang setelah bertahun-tahun promosi teknologi 8K yang terhambat oleh ketiadaan konten asli dan manfaat nyata yang minim bagi sebagian besar konsumen, menandai pengakuan industri atas kegagalan adopsi massal teknologi tersebut.

Teknologi 8K, yang memiliki resolusi 7680x4320 piksel atau empat kali lipat dari 4K (Ultra HD) dan enam belas kali lipat dari Full HD, pertama kali diperkenalkan sebagai lompatan besar dalam kualitas gambar. Namun, kendala utama yang menghantam adopsinya adalah minimnya ekosistem konten yang mumpuni. Produksi film dan acara televisi dalam resolusi 8K sangat mahal dan memakan sumber daya besar, sementara platform *streaming* besar seperti Netflix dan YouTube pun masih berfokus pada konten 4K HDR. Selain itu, pada jarak pandang normal di rumah, mata manusia sangat sulit membedakan detail antara resolusi 4K dan 8K pada ukuran layar yang umum tersedia, menjadikan manfaat visualnya tidak signifikan bagi konsumen.

Kegagalan adopsi 8K ini menandai pergeseran fokus signifikan dalam industri televisi. Produsen kini diperkirakan akan mengalihkan investasi riset dan pengembangan mereka dari perlombaan resolusi piksel semata ke area lain yang lebih memberikan dampak nyata bagi pengalaman pengguna. Ini termasuk peningkatan kualitas panel seperti OLED dan dan Mini-LED, teknologi HDR (High Dynamic Range) yang lebih canggih, *refresh rate* tinggi untuk *gaming*, serta integrasi fitur-fitur *smart TV* yang lebih responsif dan intuitif. Bagi konsumen, ini berarti tidak ada lagi tekanan untuk berinvestasi pada teknologi yang belum matang, melainkan fokus pada TV 4K berkualitas tinggi yang menawarkan nilai dan peningkatan visual yang benar-benar dapat dirasakan.

Tag